KALEIDOSKOP IKLIM TAHUN 2017 DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PADA KEGIATAN DISEMINASI INFORMASI IKLIM DI RRI MATARAM

Kediri - Jumat (29/12/2017), Stasiun Klimatologi Klas 1 Lombok Barat sebagai salah satu UPT BMKG yang berwenang dalam menyediakan informasi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika di provinsi Nusa Tenggara Barat. Beberapa kegiatan yang rutin dilakukan oleh stasiun klimatologi Lombok Barat adalah melakukan diseminasi informasi iklim kepada masyarakat, diantaranya melalui media cetak dan elektronik.

Pada hari Kamis, 28 Desember 2017 telah dilakukan diseminasi informasi iklim di RRI Pro 1 Mataram dengan tema "Kaleidoskop Iklim Tahun 2017 Di Provinsi Nusa Tenggara Barat". Yang menjadi narasumber pada acara ini adalah dari Stasiun Klimatologi Lombok Barat dan Universitas Mataram. Dari Staklim Lombok Barat diwakili oleh Kepala Seksi Observasi Made Dwi Jendra P, M.Si dan Forecaster Hamdan Nurdin, SP, sementara dari Universitas Mataram diwakili oleh Dr. Markum.

Pada acara ini, dibahas tentang kondisi iklim di provinsi NTB pada tahun 2017. Dari penjelasan yang disampaikan oleh narasumber diketahui bahwa secara umum, ada 4 faktor pengendali curah hujan di wilayah Indonesia khususnya provinsi NTB yaitu :

  • Kejadian El-Nino dan La-Nina,
  • Keadaan suhu muka laut perairan Indonesia,
  • Dipole mode, dan
  • Angin Monsun.
  • Dari kejadian iklim yang terjadi pada tahun 2017 dapat disimpulkan bahwa :

  • Sepanjang tahun 2017 Bencana Hidrometeorologi yang paling sering terjadi adalah bencana banjir dengan frekuensi kejadian sebanyak 28 kali. Frekuensi ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata tahun 2000 sampai dengan 2016 (Sumber : BPBD Prov. NTB).
  • Curah Hujan Ekstrim selama tahun 2017 masih kerap terjadi, curah hujan harian tertinggi adalah sebesar 285 mm/hari yang terjadi di kecamatan Pringgasela Lombok Timur pada Bulan Oktober 2017.
  • Suhu maksimun tertinggi tercatat 37.2 derajat celcius terjadi di Kabupatan Sumbawa pada tanggal 14 Oktober 2017 dan suhu minimum tercatat sebesar 17.0 derajat celcius pada tanggal 23 Juli 2017 terjadi di Lombok Barat.
  • Musim Kemarau (MK) Tahun 2017 Di provinsi NTB umumnya lebih panjang dibandingkan normalnya, dengan Sifat MK 2017 umumnya diatas normal.
  • Curah Hujan Tahunan selama Tahun 2017 secara umum berada dalam kisaran Normal.
  • Kondisi ENSO dalam keadaan Netral dari Januari hingga Oktober 2017, kemudian akhir tahun 2017 ada indikasi terjadi La Nina dengan Intensitas Lemah.
  • Awal Desember 2017 angin baratan sudah konsisten melalui daerah Nusa Tenggara Barat dan hampir seluruh Wilayah di provinsi NTB sudah memasuki Musim Hujan.
  • Kondisi suhu muka laut di wilayah perairan disekitar provinsi NTB selama tahun 2017 dalam Keadaan Netral hingga Hangat.
  • Mengingat seluruh wilayah di provinsi NTB sudah memasuki Musim Hujan dan akan menghadapai puncak musim hujan, dimana rata-rata jatuh di bulan Januari, sehingga ada beberapa himbauan yang disampaikan oleh narasumber, yaitu:

  • Untuk Masyarakat yang tinggal diwilayah lereng atau perbukitan, perlu mewaspadai terjadinya kejadian tanah longsor.
  • Untuk Masyarakat yang berada didaerah yang datar untuk mewaspadai potensi terjadinya bencana banjir.
  • Masyarakat yang beraktifitas di alam terbuka untuk mewaspadai potensi terjadinya petir.
  • Masyarakat nelayan pesisir dan jasa penyebrangan untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi sebagai dampak potensi peningkatan kecepatan angin.
  • Diskusi berlangsung cukup seru, terutama ketika sesi tanya jawab melalui jalur telepon. Pemirsa RRI cukup antusias mendengarkan siaran ini. Ada beberapa pertanyaan yang cukup menarik dari pemirsa beserta jawaban dari narasumber yang berhasil kami rangkum, diantaranya :

  • Apakah cuaca panas mempengaruhi terjadinya hujan?, saya kadang sering menemukan terjadi kondisi cuaca yang panas terkadang setelah itu terjadi hujan, namun terkadang juga tidak terjadi hujan. (Jihad, Mataram)
    jawab : Perlu diketahui bahwa sumber hujan kita sebagian besar adalah berasal dari laut. Perlu diketahui panas yang terjadi di lautan sangat mempengaruhi curah hujan yahng terjadi. Namun cuaca panas tidak serta merta berdampak pada terjadinya hujan pada hari itu. Bisa jadi ada faktor lain yang mempengaruhi, diantaranya pengaruh angin misalnya.
  • Bagaimana kordinasi antar stakeholder dalam menghadapi kejadian bencana? (Kaharudin, Sumbawa Besar)
    jawab : BMKG, BNPB, dan SAR sebagai institusi yang berhubungan dengan kebencanaan, dalam hal ini saling berkordinasi. BMKG dalam koridor warning atau peringatan akan adanya potensi bencana, sementara itu BPBD memiliki jaringan hingga tingkat desa, maka mereka yang melakukan tindakan bersama SAR.
  • Kalau untuk bencana gempa bumi, apakah BMKG bisa memberikan perkiraan terjadinya gempa bumi? Sehingga bisa mengurangi resiko bencana yang diakibatkan oleh gempa bumi tersebut. (Rita, Mataram)
    jawab : Untuk bencana gempa bumi, sampai saat ini belum ada satu institusi manapun yang mampu memprediksi akan terjadinya kejadian gempa bumi. Namun, untuk daerah rawan gempa di Indonesia telah diteliti dan dipetakan. Untuk daerah rawan gempa di Indonesia adalah di sepanjang pantai selatan. Sementara untuk tsunami dapat diprediksi berdasarkan hasil deteksi lokasi gempa yang telah terjadi.
  • Saya masih bingung dengan istilah Cuaca, Iklim, serta Anomali. Apa perbedaan dari istilah – istilah tersebut? (Amaq Makiyah, Lombok Barat)
    jawab : Pada Cuaca dan Iklim, parameter – parameter yang diamati sebenarnya hampir sama. Namun perbedaannya adalah pada scope (lingkup area) dan waktu kejadian. Lingkup untuk kejadian cuaca, biasanya lebih kecil dengan durasi waktu yang lebih pendek. Sementara untuk kejadian iklim, lingkup areanya lebih luas dengan durasi waktu yang lebih lama. Sementara itu, Anomali adalah merupakan penyimpangan nilai yang terjadi, bisa lebih rendah atau lebih tinggi dari nilai biasanya (normalnya).


  • David Sampelan, 31 Desember 2017




    Berita Lainnya..
    07 September 2018
    DONASI BMKG UNTUK KORBAN GEMPA LOMBOK
    Kamis 6/9/2018, donasi dari pegawai BMKG yang disalurkan melalui Stasiun Klimatologi Lombok Barat (Tahap-II) berjalan dengan lancar.
    Penyaluran... Selengkapnya..
    David Sampelan
    23 Juli 2018
    Peringatan Hari Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Untuk Mensukseskan Lompatan Layanan Informasi MKG 4.0
    Lombok Barat, Senin, 23 Juli 2018. Memperingati hari Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (MKG) ke 71 yang jatuh pada tanggal 21 Juli 2018, BMKG prov... Selengkapnya..
    ADMIN
    17 Mei 2018
    BMKG GELAR SEKOLAH LAPANG IKLIM SOSALISASI AGROKLIMAT DAN FORUM GROUP DISCCUSION SEKOLAH LAPANG IKLIM DI NTB
    Sekolah Lapang Iklim atau yang disingkat dengan SLI merupakan salah satu agenda rutin BMKG yang hampir setiap tahun di laksanakan di berbagai daerah t... Selengkapnya..
    David Sampelan
    10 April 2018
    Penerimaan Taruna Baru Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) Tahun 2018
    Berdasarkan Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor B/222/M.SM.01.00/2018 tentang Persetujuan Prinsip Tambahan Kebu... Selengkapnya..
    David Sampelan
    23 Maret 2018
    Lomba Karya Tulis Ilmiah Memperingati Hari Meteorologi Dunia Ke-68
    Kamis, 22 Maret 2018, Staklim Lombok Barat mengadakan Lomba Karya Tulis Ilmiah Dalam Rangka Memperingati Hari Meteorologi Dunia Ke-68.

    ... Selengkapnya..
    David Sampelan
    26 Januari 2018
    KALEIDOSKOP IKLIM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2017

    Tanpa terasa tahun 2017 telah berlalu. Ada beberapa kejadian penting terkait iklim di NTB yang berhasil kami rangkum selama tahun 2017 yang lalu. b... Selengkapnya..

    David Sampelan
    17 November 2017
    ARCGIS TRAINING OLEH TIM WORLD FOOD PROGRAM
    Pada hari Kamis, 16 November 2017 2 orang tim dari World Food Program (WFP) yaitu Dedi Junadi dan Dio Dinta Dafrista melakukan survey lahan pertanian ... Selengkapnya..
    David Sampelan
    16 November 2017
    PELANTIKAN DEPUTI BIDANG KLIMATOLOGI BMKG
    Jakarta - Rabu (15/11), Drs. Herizal, M.Si dilantik sebagai Deputi Bidang Klimatologi menggantikan Drs. R. MR. Prabowo, M.Sc yang sebelumnya dilantik ... Selengkapnya..
    David Sampelan
    15 November 2017
    KUNJUNGAN LAPANGAN KOMISI IRIGASI DI STASIUN KLIMATOLOGI LOMBOK BARAT
    Rabu, 15 November 2015 Stasiun Klimatologi Kelas I Lombok Barat (Staklim Lobar) kedatangan tamu para peserta kunjungan lapangan dari komisi Irigasi pe... Selengkapnya..
    David Sampelan
    03 November 2017
    PELANTIKAN KEPALA BMKG
    Jakarta - Berdasarkan keputusan Presiden, bertempat di ruang Mataram, Kementerian Perhubungan, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati M.Sc., Ph.D., hari ini (3... Selengkapnya..
    David Sampelan
    Hari Tanpa Hujan
    Dari Monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH), secara umum HTH di NTB berada pada Kategori Sangat Pendek (1 - 5 hari) dan Kategori Masih Ada hujan ketika Updating. Namun ada beberapa daerah yang masih berada pada kategori Pendek (6 – 10 hari) di wilayah Kabupaten Bima (Lambu, Sape 2, Wawo), Kabupaten Lombok Timur (Keruak, Pringgabaya, Sambelia, Kokok Putih Sembalun, Swela), Kabupaten Lombok Utara (Bayan, Senaru, Sambik Bangkol), Kabupaten Sumbawa (Buer, Labangka, Rhee). Untuk Kategori Menengah (11 – 20 hari) terjadi di Pos Sape Kabupaten Bima
    INFORMASI IKLIM DASARIAN
    NUSA TENGGARA BARAT
    KONDISI IKLIM TERKINI PROVINSI NTB UPDATE DASARIAN I DESEMBER 2018


    "Waspada Iklim Ekstrim di Puncak Musim Hujan Wilayah NTB "


    Curah hujan pada dasarian I bulan Desember 2018 di wilayah Provinsi Nusa Tengg...
    DINAMIKA ATMOSFER
    Tetap terhubung dengan kami melalui media sosial
    instagram takipci hilesi
    instagram beğeni hilesi hacklink wso shell