ISTILAH DALAM INFORMASI IKLIM

El Nino
El Nino adalah fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah. Pemanasan SML ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia. Singkatnya, El Nino memicu terjadinya kondisi kekeringan untuk wilayah Indonesia secara umum.


La Nina
La Nina adalah fenomena yang berkebalikan dengan El Nino. Ketika La Nina terjadi, Suhu Muka Laut (SML) di Samudera Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan di bawah kondisi normalnya. Pendinginan SML ini mengurangi potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia secara umum.


ANGIN MONSUN
Angin Monsun atau bisa disebut juga angin musim, adalah angin yang bertiup dalam skala regional (skala benua) yang berubah arah azimut minimal 120 derajat dan terjadi secara periodik (6 bulan sekali). Indonesia terkena dampak dari 2 tipe angin Monsun, yaitu Monsun Timuran dan Monsun Baratan. Angin Monsun Timuran rata-rata bertiup dari atah timur hingga tenggara dan bertiup pada bulan April s/d Oktober di setiap tahunnya. Angin Monsun Timuran ini adalah indikator musim kemarau bagi wilayah Indonesia. Sedangkan Angin Monsun Baratan rata-rata bertiup dari arah barat hingga barat laut dan bertiup pada bulan Oktober s/d April di setiap tahunnya. Angin monsun Baratan ini adalah indikator musim hujan bagi wilayah Indonesia.

CURAH HUJAN
Curah hujan merupakan ketinggian air hujan dalam satuan mm (milimeter) yang terkumpul dalam luasan 1 meter persegi tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir. Curah hujan 1 mm, artinya dalam luasan 1 meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi 1 mm atau tertampung air sebanyak 1 Liter.

DASARIAN
Dasarian adalah rentang waktu selama 10 hari. Dalam satu bulan dibagi menjadi 3 dasarian, yaitu :
- Dasarian I : tanggal 1 s.d 10.
- Dasarian II : tanggal 11 s.d 20.
- Dasarian III : tanggal 21 s.d akhir bulan

RATA-RATA, NORMAL DAN STANDAR NORMAL
Rata - Rata Rata-rata curah hujan selama minimal 10 tahun (1971-1980, 1976-1985, 2000-2010, dst) Normal Rata-rata curah hujan selama 30 tahun, menggunakan periode waktu yang tidak ditentukan (1971-2000, 1976-2005, 1981-2010, dst) Standar Normal Rata-rata curah hujan selama 30 tahun, menggunakan periode waktu yang sudah ditentukan, dimulai tahun berakhiran 1 diakhiri tahun berakhiran 0 (1931-1960, 1961-1990, 1991-2020, dst)

ZOM (ZONA MUSIM)
Zona Musim (ZOM) adalah daerah yang pola hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode musim kemarau dan musim hujan. Daerah-daerah yang pola hujan rata-ratanya tidak memiliki perbedaan yang jelas antara periode musim kemarau dan musim hujan, disebut Non Zona Musim (Non ZOM). Luas suatu wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas suatu wilayah administrasi pemerintahan. Dengan demikian, satu wilayah ZOM bisa terdiri dari beberapa kabupaten, dan sebaliknya satu wilayah kabupaten bisa terdiri dari beberapa ZOM.
Hari Tanpa Hujan
Dari Monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH), secara umum HTH di NTB berada pada Kategori Sangat Pendek (1 - 5 hari) dan Kategori Masih Ada hujan ketika Updating. Namun ada beberapa daerah yang masih berada pada kategori Pendek (6 – 10 hari) di wilayah Kabupaten Bima (Lambu, Sape 2, Wawo), Kabupaten Lombok Timur (Keruak, Pringgabaya, Sambelia, Kokok Putih Sembalun, Swela), Kabupaten Lombok Utara (Bayan, Senaru, Sambik Bangkol), Kabupaten Sumbawa (Buer, Labangka, Rhee). Untuk Kategori Menengah (11 – 20 hari) terjadi di Pos Sape Kabupaten Bima
INFORMASI IKLIM DASARIAN
NUSA TENGGARA BARAT
KONDISI IKLIM TERKINI PROVINSI NTB UPDATE DASARIAN I DESEMBER 2018


"Waspada Iklim Ekstrim di Puncak Musim Hujan Wilayah NTB "


Curah hujan pada dasarian I bulan Desember 2018 di wilayah Provinsi Nusa Tengg...
DINAMIKA ATMOSFER
Tetap terhubung dengan kami melalui media sosial
instagram takipci hilesi
instagram beğeni hilesi hacklink wso shell