PRAKIRAAN AWAL MUSIM KEMARAU 2021
Post : 06 April 2021 ● x diunduh

Mulai dari pertengahan tahun 2020 (Agustus) hingga awal tahun 2021 yaitu bulan Februari, kondisi ENSO masih berada dalam kondisi La-Nina. Pada akhir bulan Februari 2021 indeks Nino3.4 berada pada kondisi La-Nina dengan indeksnya bernilai -0.97. Model – model prediksi baik secara dinamis maupun statitistik menunjukkan bahwa kondisi La-Nina ini diprediksi berlanjut setidaknya hingga Bulan Mei tahun 2021 (https://iri.columbia.edu).

BULETIN PRAKIRAAN MUSIM

PRAKIRAAN AWAL MUSIM KEMARAU 2022

Kedatangan musim kemarau umumnya berkaitan erat dengan peralihan Angin Baratan (Monsun Asia) menjadi Angin Timuran (Monsun Australia). BMKG memprediksi peralihan angin monsun akan terjadi pada akhir Maret 2022 dan setelah itu Monsun Australia akan mulai aktif sehingga musim Kemarau 2022 di Indonesia diperkirakan umumnya akan dimulai pada Bulan April. Selain itu, Hasil pemantauan terhadap anomali iklim global menunjukkan kondisi La Nina diprediksi masih akan terus berlangsung hingga Maret 2022 dengan intensitas yang terus melemah menuju Netral. Sedangkan pemantauan kondisi Indian Ocean Dipole Mode (IOD) diprediksi Netral. IOD Negatif hingga April - Juli 2022. Pada tahun 2022 ini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperediksikan Musim Kemarau di NTB akan mulai terjadi pada bulan Maret hingga April 2022. Di 22 Zona Musim yang ada di NTB 14 persen diantaranya akan memulai kemarau pada Bulan Maret, dan sisanya (86 persen) akan memasuki bulan Kemarau Pada Bulan April. Zona Musim merupakan suatu zonasi wilayah dimana wilayah-wilayah yang tergabung dalan satu zona musim memiliki karakteristik hujan dan musim yang mirip.
Post : 31 March 2022 ● 105x diunduh

PRAKIRAAN AWAL MUSIM HUJAN 2021

Pada bulan Juli 2021, kondisi suhu permukaan laut di Pasifik Tengah Ekuator (Nino3.4 region) berada pada kondisi Netral dengan indeks bernilai -0.28. Secara umum berdasarkan model-model prediksi ENSO dari BMKG dan juga institusi lain (https://iri.columbia.edu) baik model dinamis maupun statistik menunjukkan bahwa ENSO diprediksi masih akan berada pada kondisi Netral hingga akhir tahun 2021, sedangkan berdasarkan model NMME (North American Multi Model Ensemble) dan NCEP CFSv2 (Climate Forecast System) dapat berpotensi menjadi kondisi La Niña mulai periode ASO (Agustus-September-Oktober 2021) hingga periode DJF (Desember-Januari-Februari 2021-2022). Indeks Osilasi Selatan (SOI) pada Juli 2021 bernilai positif dengan indeks sebesar +15 yang menunjukkan potensi terjadinya La Niña. Menguatnya nilai indeks SOI memberikan indikasi terjadinya anomali sirkulasi angin pasat yang mempengaruhi iklim di wilayah Indonesia.
Post : 15 September 2021 ● 52x diunduh

PRAKIRAAN AWAL MUSIM KEMARAU 2021

Mulai dari pertengahan tahun 2020 (Agustus) hingga awal tahun 2021 yaitu bulan Februari, kondisi ENSO masih berada dalam kondisi La-Nina. Pada akhir bulan Februari 2021 indeks Nino3.4 berada pada kondisi La-Nina dengan indeksnya bernilai -0.97. Model – model prediksi baik secara dinamis maupun statitistik menunjukkan bahwa kondisi La-Nina ini diprediksi berlanjut setidaknya hingga Bulan Mei tahun 2021 (https://iri.columbia.edu).
Post : 06 April 2021 ● 196x diunduh

PRAKIRAAN AWAL MUSIM HUJAN 2020

Prediksi model menunjukkan probabilitas untuk La Niña selama September-November 2020 adalah sekitar 60%, sedangkan untuk kondisi ENSO-netral adalah 40% dan untuk El Niño mendekati nol. Hingga dasarian III Agustus 2020, Indeks ENSO Indeks ENSO berada di bawah batas La Niña dan sudah berlangsung selama tiga dasarian terakhir. Terdapat peluang untuk berlanjut dan menuju La Niña Lemah - La Niña Moderat hingga periode JFM’21 (Januari-Februari-Maret 2021).
Post : 23 September 2020 ● 307x diunduh

Halaman : 1
Jumlah Data : 4
Data Per Halaman : 12